Bila tak menyukai susu sapi, Mama dapat menggantinya dengan susu almond atau kedelai yang juga memiliki kandungan kalsium, namun lebih rendah kalori. Jika gejala alergi terlihat pada bayi yang disusui, Mama dianjurkan tidak mengonsumsi susu sapi. Gejala alergi terhadap susu sapi bisa muncul dalam bentuk mencret, ruam di sekitar bibir bayi, gatal di kulit, diare, berat badan berkurang, dan masih banyak lagi lainnya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Jika hal ini terjadi, Mama harus setop minum susu sapi karena susu yang dikonsumsi akan meng alir dalam ASI dan secara tak langsung dapat menyebabkan alergi pada bayi. Untuk memastikan, baiknya lakukan konsultasi dengan petugas kesehatan. Selain susu sapi, susu yang berasal dari kambing juga direkomendasikan untuk dikonsumsi. Susu khusus mama menyusui juga bisa menjadi alternatif yang baik terutama bagi mama yang picky eater, entah karena selera atau kondisi yang membuatnya susah makan, seperti mual.

Susu khusus mama menyusui bisa menjadi penambah asupan nutrisi. Sedangkan susu kental manis, sebaiknya dibatasi atau tidak dikosumsi karena lebih banyak mengandung gula ketimbang manfaat baik dari susu. Mama dianjurkan minum susu sebanyak 2—3 gelas per hari dengan waktu minum disesuaikan kebutuhan.

Hormonal dan Gizi

Mengenai banyak sedikitnya produksi ASI yang dihasilkan, hal ini dikontrol oleh dua mekanisme, yakni hormonal dan gizi. Keseimbangan hormon dapat dicapai secara maksimal bila kebutuhan bayi akan ASI juga maksimal. Jadi, semakin sering bayi menyusu atau terjadi pengosongan ASI (termasuk dengan cara diperah), semakin banyak ASI yang akan diproduksi berikutnya.

Setiap ada kegiatan pengosong an payudara akan terkirim sinyal yang terekam langsung oleh otak Mama bahwa ada kebutuhan ASI untuk ba yi sehingga tubuh Mama memproduksi hormon ASI gu na menyiapkan pembuatan ASI berikutnya. Hal ini akan berlaku sebaliknya, hormon akan sedikit jika pengosongan payudara juga jarang atau tidak maksimal. Dengan demikian, seberapa pun banyaknya Mama mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, jika hormon ASI sedikit, produksi ASI pun menjadi sedikit.

Hormon ASI yang diproduksi secara maksimal dipengaruhi juga oleh kondisi psikis Mama yang bahagia, seperti: kedekatan dengan bayi, dukungan dari pasangan dan anggota keluarga lain, serta jauh dari kesedihan/kecemasan. Intinya, dua serangkai: pengosongan payudara dan mengonsumsi makanan-minuman bergizi harus berjalan seiring. Produksi ASI maksimal, menyusui pun lancar!

Sumber : pascal-edu.com

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *