Daging Burger Keras Dan Kering

Daging burger yang enak adalah yang bertekstur empuk dan juicy. Daging yang kering, membuat burger yang kita makan kurang enak walaupun roti dan sausnya sangat enak. Penyebab daging burger kering dan keras: • Daging terlalu tipis • Memilih daging giling yang tidak tepat • Api terlalu kecil • Ketika dipanggang, daging ditusuk-tusuk. Yang harus dilakukan untuk mencegahnya: • Ukuran daging sebaiknya dibuat agak tebal • Pilih daging giling yang masih berlemak. • Jangan gunakan api terlalu kecil. Bila terlalu kecil, pemanggangan harus lama akibatnya daging jadi keras karena cairan yang keluar jadi banyak. • jangan menusuk-nusuk daging selagi dipanggang sekalipun dengan tujuan memasukkan panas karena ketika ditusuk, kaldu yang keluar akan banyak.

Baca juga : Nasi Box Jakarta

Tempe Goreng Tepung Keras

Tempe yang diiris tipis dan dilumuri tepung yang enak harusnya renyah, bukan? Nah, bagaimana kalau hasilnya keras? Ini penyebabnya: • Adonan tepung terbuat dari tepung beras saja atau dicampur tepung terigu, tetapi tepung berasnya lebih banyak. • Adonan terlalu kental/kurang cairan. • Tempe disantap setelah dingin terutama tempe yang dicelupkan ke dalam adonan tepung beras saja. Lakukan hal berikut untuk menghindarinya: • Gunakan sedikit saja tepung beras. • Cairan yang digunakan jangan terlalu banyak. • Kalau membuat tempe goreng dengan balutan tepung beras saja, segera santap selagi panas. • Agar bisa renyah, pakailah perbandingan 25 persen tepung beras dan 75 persen tepung terigu. Tambahkan juga bahan baking powder double acting pada adonan tepung.

Banana Cake Bantat Dan Keras

Cake pisang yang keras dan bantat pasti disebabkan banyak hal, antara lain: • Pengocokan margarin/mentega kurang lama. • telur yang dikocok bersama margarin adalah telur utuh. • Jumlah telur kurang banyak. • Pisang tidak dikocok bersama margarin atau mentega. Agar menghasilkan cake pisang yang bagus perhatikan hal berikut: • Lakukan pengocokan dalam waktu yang cukup, paling tidak 7 menit. • Kuning telur ditambahkan dengan margarin secara satu demi satu, bukan dalam bentuk telur utuh. Putih telur dikocok secara terpisah dan dimasukkan terakhir pada adonan. • Jumlah telur cukup banyak. Misal, untuk 250 gram margarin, paling sedikit digunakan 5 butir telur. • Pisang yang sudah dilumatkan jangan dimasukkan ke dalam adonan di saat akhir, tetapi ketika margarin dan gula sudah dikocok.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *