Danau Toba Memiliki Sumber Perikanan Yang Banyak

Pemda Simalungun pun segera menyikapi pernyataan Menko Maritim tersebut. Pemda berdiskusi dengan per wakilan Aquafarm, STP, masyarakat pembudidaya KJA, hingga PT Algerindo, peternakan babi. “Apa kesiapan mereka menjadikan Danau Toba sebagai kawasan wisata, bagaimana mereka mengatasi limbahnya dan memperbaiki usahanya,” papar pria asal Pematang Siantar ini.

Masing-masing pihak berkomitmen memperbaiki kegiatan usahanya untuk mendukung kawasan wisata Danau Toba. Bahkan, STP menawarkan aplikasi teknologi untuk mengatasi lim bah ikan. STP menggunakan teknologi automatic feeder (pemberi pakan otomatis) sehingga pemberian pakan lebih terukur secara tepat dan lebih efisien. Selain itu, penggunaan pakan apung berkadar fosfor rendah yang minim menyumbang limbah ke perairan.

STP juga bersedia membina masyarakat untuk mengadopsi teknologi ini. “Pemerintah berpikir jalan terbaik bukan menutup. Usulan kami kepada Menko Maritim itu penataan zonasi. Penetapan KJA dan konservasi ikan harus ditata, di mana boleh menangkap ikan, di mana dilarang menangkap ikan,” sambungnya. Setelah melihat langsung kondisi KJA di lapang, Menko Maritim pun membatalkan pernyataannya untuk menutup Aquafarm dan STP.

Lantas pemerintah sepakat menjadikan KJA sebagai bagian dari pariwisata Danau Toba terintegrasi. “Perikanan kita jadikan basis pariwisata juga sehingga Danau Toba tidak hanya dikunjungi dengan alamnya, ada macam-macam,” sahut dia. Rasionalisasi KJA Untuk mewujudkan pariwisata terintegrasi, Pemda Simalungun menya rankan STP agar membina KJA masyarakat. Mulai dari penataan KJA agar lebih indah dipandang, cara budidaya yang ramah lingkungan, hingga tempat dan cara pemasaran ikan yang higienis.

Kedepan, ulas Jarin sen, KJA ma syarakat yang sebenarnya tidak berizin ini akan dirasionalisasi berdasarkan regulasi yang dikeluarkan badan otorita. KJA yang diperbolehkan beroperasi adalah KJA yang memenuhi syarat, seperti berser tifikat cara budidaya ikan yang baik (CBIB). Pemilik KJA juga akan bermitra dengan perusahaan dalam berbagai bentuk, seperti suplai pakan dan benih, budidaya benih, atau pembesaran nila. Jarinsen menerangkan, “Kemitraan ini untuk menata KJA dan mengatasi seminim mungkin limbah akibat KJA.

” Sedangkan masyarakat yang terkena rasionalisasi KJA, diarahkan pada pekerjaan lain sesuai kompetensi masing-masing, seperti menjadi pedagang ikan, pengolah ikan, hingga budidaya pertanian. Selain regulasi zonasi, ungkap Jarinsen, pembentukan kawasan pariwisata Danau Toba terintegrasi menghadapi kendala infrastruktur dan dukungan pemerintah daerah. “Kita harus samasama melakukan pembenahan supaya Danau Toba benar menjadi kawasan pariwisata tanpa mengabaikan produkproduk unggulan lain seperti perikanan,” tandasnya.

Website : kota-bunga.net

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *