Saya terkejut sekaligus senang karena ternyata hamil kembar, padahal kami tidak ada riwayat keluarga yang kembar,” lanjut Mama dari Alexander Vidiano Henry dan Oliver Vidiano Henry (2,8) ini. Begitu pun dengan Habibah. Setelah empat kali berusaha mengikuti program hamil, akhirnya lahirlah Torres Akbar Ardhani Gaozan dan Messi Akbar Adrian Gaozan, si kembar yang kini berusia 27 bulan.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Padahal, baik keluarga Habibah maupun keluarga suaminya tidak memiliki riwayat keturunan kembar. “Saya sudah tanyakan kepada ibu mertua maupun ibu saya, apakah ada nenek moyang yang kembar, ternyata tidak ada,” jelas Habibah. Nah, sekarang bagaimana caranya memperbesar peluang punya anak kembar? OBAT PENYUBUR Obat-obatan pemicu sel telur biasa dipakai dalam usaha mendapatkan momongan, termasuk program bayi tabung.

Penggunaan obat-obatan penyubur atau hormonal ini juga menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk mendapatkan momongan kembar. Diperkirakan, dengan obat penyubur tingkat kemungkinan hamil kembar naik hingga 10%. Frekuensi kehamilan kembar meningkat pada perempuan yang siklus ovulasinya diinduksi oleh penyuntikan gonadotropin, yakni hormon yang merangsang atau menstimulasi fungsi ovarium sehingga perempuan jadi lebih subur. Sedangkan obat penyubur, seperti: klomifen sitrat atau pergonal dipakai demi mening katkan kemungkinan mendapatkan kehamilan kembar lebih dari dua.

Konsumsi obat penyubur bertujuan agar sel telur matang dengan sempurna. Normalnya, indung telur menghasilkan satu sel telur matang. Namun, de ngan obat penyubur, maka jumlah sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa lebih dari satu. Tentu saja, tidak ada usaha yang keberhasilannya bisa dijamin seratus persen. Seperti halnya tak semua pasangan dengan keturunan kembar juga akan melahirkan anak yang kembar.

Begitu juga dengan stimulasi/rangsangan melalui obat penyubur atau hormonal. Bahkan, dua embrio yang terbentuk dalam tabung juga belum tentu keduanya sukses tumbuh menjadi janin. Hanya memang, tingkat keberhasilan dalam mendapatkan kehamilan kembar pada bayi tabung sekitar 20%. Ban dingkan pada kehamilan normal yang cuma 1—2%. Nah, mau pilih cara yang mana? Mengonsumsi obat penyubur, ikut program bayi tabung, atau menunggu peluang 1:250 itu?

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *