Sudah 16 tahun Sekolah Modern Musik Kawai (SMMK) berdiri, dan selama itu pula secara rutin menggelar konser akhir tahun yang diikuti oleh murid-murid dari semua kelas yang tersedia. Konser tahun ini bertajuk Modern Kawai Grand Orchestra Year End Concert menampilkan pagelaran dari kelas-kelas di SMKK. Mulai Kursus Basic (KBM) yang menampilkan anak-anak usia batita dan prasekolah bernyanyi, kelas biola, piano, organ, hingga kelas dewasa.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Tak ketinggalan, permainan grup band dan solo piano dari kelas intervensi, yaitu kelas dari siswa-siswinya berkebutuhan khusus. Rivan Herditya, contohnya, menampilkan “Revolutinaire” dari Chopin. Rivan adalah wakil Indonesia untuk kompetisi musik bagi anak berkebutuhan khusus tingkat dunia yang diselenggarakan di Pyongyang, Korea Utara. Lalu ada grup band dengan vokalis Dimas Arga yang menampilkan medley tiga lagu daerah Indonesia, “Gundul Pacul”, “Cublak Suweng”, dan “Yamko Rambe Yamko”.

Konser diadakan pada Minggu (13/12) di auditorium Sekolah Harapan Bangsa, di Kompleks Modernland, Tangerang Selatan. Menurut Dora Uli Hertiana, Kepala Akademik Sekolah Modern Musik Kawai, konser ini diadakan khusus untuk mengasah bakat dan kemampuan anak-anak setelah mereka mengikuti kursus dan pelatihan di SMMK. Di sekolah musik ini, minat dan kemampuan bermusik segala usia difasilitasi. Mulai kelas bayi, balita, hingga kelas senior.

Kali ini, grup senior yang terdiri dari pemain piano, biola, dan keyboard menampilkan lagu “Besame Mucho”. Kelompok string yang dipimpin Koordinator Biola, Wenny Daratama, tak kalah seru menampilkan lagu-lagu seperti “Canon in D” dan “Ayam Den Lapeh”. Sementara Quintet Keyboard yang diasuh Zefanya Wahyudianto menampilkan lagu “St. Elmo’s Fire” dari David Foster.

Ujung-Ujungnya Minum Susu

“Tingkah anak 3 tahun kalau sudah mengantuk ternyata berbeda sekali dengan saat masih bayi. Arsakha walau sudah terlihat ngantuk berat, tetapi ada aja tingkahnya yang bikin saya dan papanya harus bisa ngikutin maunya. Seperti, minta nyanyi bersama, terus lanjut ingin belajar menulis dan mewarnai. Setelah itu baca doa-doa pendek. Ujung-ujungnya minta dibuatkan susu. Sudah beres minum susu, bobok, deh.” Dian Fabian, mama dari Arsakha Arsenio Shafwan (3,1)

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *