Pernahkah melihat batita menggigiti kukunya sendiri? Ingin tahu mengapa? Yuk, kita simak penjelasannya. Ada banyak alasan di balik perilaku anak yang suka menggigiti kukunya sendiri, merasa penasaran, bosan, berusaha melepas stres, kebiasaan, atau malah meniru.

Baca juga : Kerja di Jerman

Menggigiti kuku adalah aktivitas paling umum dari nervous habits, kebiasaan yang disebabkan oleh perasaan takut atau gelisah, di samping mengisap jempol, mengupil, memelintir atau menarik-narik rambut, dan menggeretakkan gigi. Umumnya kebiasaan ini akan terus berlanjut hingga si kecil beranjak dewasa. Lalu apakah penyebab nervous habits pada batita? CERMINAN KECEMASAN Bagi batita, tumbuh besar menumbuhkan rasa cemasnya, dan banyak tekanan serta ketegangan tersebut luput dari perhatian Mama Papa.

Jika si batita suka menggigiti kuku dalam batas yang masih bisa diterima (tidak sampai menyakiti dirinya sendiri) dan melakukannya secara tidak sadar (contoh, saat tengah menonton televisi), atau jika ia cenderung menggigiti kukunya sebagai bentuk respons atas situasi tertentu (misal, saat harus menghadapi perlombaan), itu hanyalah caranya meredam rasa stres ringan dan kita tidak perlu merasa khawatir terhadapnya.

Kemungkinan besar, pada suatu waktu ia akan menghentikan kebiasaan itu sendiri. Meski begitu, terdapat sejumlah kasus dimana kebiasaan menggigiti kuku yang parah merupakan tanda adanya kecemasan berlebihan. Berkonsultasilah kepada dokter anak jika kebiasaan itu membuat ujung-ujung jarinya terluka atau berdarah. Selain itu, jika kebiasaan si kecil tersebut diikuti perilaku lain yang membuat Mama khawatir (seperti mencubiti tubuhnya sendiri, menarik-narik bulu mata, atau menjambaki rambutnya sendiri), atau jika ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter. Kondisi lain yang perlu ditangani dokter, apabila kebiasaan itu muncul secara tiba-tiba dan meningkat dengan cepat.

Jika hal ini terjadi, Mama juga perlu menghubungi psikolog untuk membantu memahami penyebab kecemasan si batita. MENYETOP KEBIASAAN Kebiasaan mengigit kuku perlu ditangani, bila tidak, dapat berlanjut hingga dewasa. Selain tidak elokdipandang mata, kebiasaan ini juga bisa melukai kuku atau dapat membuat kuman masuk ke mulut. Berikut langkah-langkah menghentikan kebiasaan si batita yang suka menggigiti kuku: ¦ Cari tahu sumber kecemasannya. Menurut Janis Keyser, pendidik sekaligus penulis bukuBecoming the Parent You Want to Be: A Sourcebook of Strategies for the First Five Years (Harmony Publishers, London, 2010), orangtua yang merasa khawatir tentu ingin mencoba menyetop kebiasaan menggigiti kuku tersebut.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *