Selain infeksi rahim, masih ada lagi infeksi usai melahirkan yang perlu Mama waspadai. Di antaranya: # TROMBOFLEBITIS SAFENA. Ini adalah infeksi yang menciptakan bekuan darah di dalam tungkai. Biasanya ditandai dengan demam yang terjadi sekitar 4-10 hari usai melahirkan. Pengobatannya bisa dengan pemberian obat antipembekuan darah dan kompres air hangat. # INFEKSI PADA PAYUDARA. Biasanya terjadi 10 hari setelah melahirkan. Meski infeksi, Mama dianjurkan tetap menyusui untuk menghindari abses payudara sambil minum obat antibiotik.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

# INFEKSI KANDUNG KEMIH. Jika tidak diobati dengan baik, infeksi kandung kemih bisa menjalar ke ginjal (pielonefritis). Awalnya, infeksi ini tanpa gejala. Jika sudah berlanjut, gejala yang muncul berupa demam tinggi, nyeri di punggung bagian bawah atau samping, merasa tidak enak badan, sembelit, dan kadang nyeri ketika berkemih. Pengobatan yang diperlukan adalah pemberian antibiotik intravena (infus) selama 48 jam hingga gejala hilang atau sembuh. Selanjutnya Mama akan diberikan tablet antibiotik yang harus diminum selama 2 minggu ditambah minum air putih yang cukup.

# AKTIFNYA KUMAN PENYEBAB TUBERKULOSIS DORMAN. Aktifnya kuman ini bisa disebabkan oleh kondisi Mama sedang lemah, penyesuaian kembali hormon ke sebelum hamil, atau lainnya yang membuat kuman menjadi kuat dan berkembang biak semakin banyak. Umumnya dokter sudah paham kondisi ini, sehingga jika Mama mengalami demam, dokter akan juga memeriksa kondisi paru-paru Mama.

Bisa Dicegah, Kok!

Betul, Ma… infeksi pascamelahirkan bisa dicegah. Begini caranya!

  • Berkonsultasi secara teratur ke pada dokter atau bidan selama hamil, menjelang, dan usai bersalin. Bertanyalah segala hal yang terkait dengan kesehatan Mama dan ke hamilan-persalinan, apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari. Jalinlah komunikasi secara kooperatif se hingga Mama bisa mendapatkan penjelasan secara gamblang tentang permasalahan yang dihadapi.
  • Pahami kondisi. Jika Mama meng alami penyakit tertentu, preeklamsia, misal lakukan penatalaksanaan de ngan baik sehingga semua berjalan aman. Berkonsultasi ke dokter terkait, seperti dokter penyakit dalam, perlu dilakukan untuk terus memantau penyakit tersebut selama kehamilan berlangsung.
  • Lakukan pola hidup sehat, seperti: mengonsumsi makanan bergizi demi kesehatan Mama. • Perhatikan kebersihan tubuh, ter utama organ kelamin agar koloni kuman tak terlalu berlebihan dan menyebabkan infeksi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *